Kamis, 24 Juli 2008 .


ISTECS
Buku Serba Serbi Energi
pmc
The Best Intenet Tools
Jumlah pengunjung : 2801071
sejak 27 Mei 2005
Saat ini ada 12 pengunjung online
Hari ini 3967 pengunjung
Kemarin 4433 pengunjung

Selasa, 28 Juni 2005 00:36:23
Iptek Mancanegara - Bidang Biologi, Pangan, dan Kesehatan

Rumput laut adalah salah satu makanan tradisional yang populer di Jepang. Salah satu rumput laut yang sering di konsumsi adalah Wakame. Bagi yang pernah/sedang tinggal di Jepang tentunya sudah pasti mengetahui nama wakame. Wakame (Undaria pinnatifida), sering disajikan sebagai salad, sup, dan sebagai penghias pada beberapa sajian makanan.

Beberapa studi meyebutkan bahwa wakame mempunyai beberapa manfaat kesehatan, seperti mencegah hiperlipidemia (kelebihan lemak) dan mencegah terjadinya kanker (percobaan pada tikus), serta sebagai bahan yang dapat menurunkan tekanan darah pada manusia. Adanya kandungan serat makanan dan beberapa jenis mineral menyebabkan wakame bermanfaat untuk mencegah akibat gizi lebih.

Penelitian Sato, dkk yang telah dipublikasikan di Journal of Agricultural and Food Chemistry (2002), berhasil mengisolasi dan mengidentifikasi 7 peptida yang berasal dari wakame. Selanjutnya menggunakan tikus spontaneously hypertensive rats (SHR); spesies tikus hipertensi secara genetik, mereka berhasil membuktikan peptida-peptida tersebut dapat menghambat aktivitas angiotensin 1-converting enzyme (ACE); suatu enzim yang bertanggung jawab terhadap peningkatan tekanan darah.

Dengan mengunakan liquid chromatography-mass spectrometry (LC-MS), berhasil diidentifikasi asam-asam amino penyusun peptida-peptida terebut. Ke-7 peptida tersebut adalah valin-tirosin, isoleusin-tirosin, alanin-triptofan, phenilalanin-tirosin, valin-triptofan, isoleuusin-triptofan, dan leusin-triptofan. Ke-7 peptida tersebut mempunyai nilai IC50 (35.2; 6.1; 18.8; 42.3; 3.3; 1.5; dan 23.6 mikromolar). Nilai IC50 adalah nilai yang menunjukkan kemampuan peptida menghambat 50 persen aktivitas ACE.

Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin II dari angiotensin I oleh ACE. ACE memegang peranan fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah. Darah mengandung angiotensinogen yang diproduksi hati, yang oleh hormon renin (diproduksi oleh ginjal) akan diubah menjadi angiotensin I (dekapeptida yang tidak aktif). Oleh ACE yang terdapat di paru-paru, angiotensin I diubah menjadi angiotensin II (oktapeptida yang sangat aktif). Angiotensin II inilah yang memiliki peranan kunci dalam menaikkan tekanan darah melalui dua aksi utama.

Aksi pertama adalah meningkatkan sekresi hormon antidiuretik (ADH) dan rasa haus. ADH diproduksi di hipotalamus (kelenjar pituitari) dan bekerja pada ginjal untuk mengatur osmolalitas dan volume urin. Dengan meningkatnya ADH, sangat sedikit urin yang diekskresikan ke luar tubuh (antidiuresis) sehingga urin menjadi pekat dan tinggi osmolalitasnya. Untuk mengencerkan, volume cairan ekstraseluler akan ditingkatkan dengan cara menarik cairan dari bagian instraseluler. Akibatnya volume darah meningkat sehingga meningkatkan tekanan darah.

Aksi kedua adalah menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal. Aldosteron merupakan hormon steroid yang berperan penting pada ginjal. Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler, aldosteron akan mengurangi ekskresi NaCl (garam) dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus ginjal. Naiknya konsentrasi NaCl akan diencerkan kembali dengan cara meningkatkan volume cairan ekstraseluler yang pada gilirannya akan meningkatkan volume dan tekanan darah.

Beberapa peptida yang diidentifikasi dari wakame dapat berperan sebagai penurun tekanan darah, melalui aksi penghambatan aktivitas ACE. Dengan adanya peptida yang bersifat sebagai penghambat ACE (ACE inhibitor), maka aktivitas ACE dalam mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II akan terganggu, sehingga tekanan darah dapat diturunkan.(BI; dari berbagai sumber/am).

  Diskusi (percobaan)
dibaca 3166 kali


BERITA SEBELUMNYA
PERSPEKTIF
Senin, 26 Mei 2008
Jalan Licin Paradigma Keamanan Alternatif: Keamanan Manusia dan Pembajakan Wacana
oleh Shofwan Al-Banna Choiruzzad
Dalam kolom perspektif di situs ini (April 2008), Heru Susetyo mengajukan gagasannya mengenai perlunya paradigma keamanan yang tidak hanya berpusat pada keamanan militer dan teritorial saja. Ia merujuk pada paradigma keamanan komprehensif yang bertumpu pada keamanan manusia (human security). Menurutnya, keamanan manusia (human security) menjadi pilihan karena konsep ini secara komprehensif mampu menjembatani kepentingan keamanan antara kepentingan keamanan militer dengan keamanan ekonomi, pangan, energi, pribadi, politik, komunitas, dan keamanan lingkungan. Fakta bahwa berbagai ancaman yang menganggu stabilitas dan integrasi nasional kini lebih banyak berasal dari dalam negeri dengan sebab-sebab yang tak melulu kemiliteran membuat argumentasi ini terasa kuat. ...selengkapnya

Pegiat Komunitas Aset Bangsa. Saat ini dipercaya sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Komsat Kyoto-Shiga. Bersama dengan para peneliti Jepang yang peduli Indonesia di Kyoto dan sekitarnya, saat ini tengah merintis FOSBIK (Forum Studi Berita Indonesia di Kyoto) yang diharapkan akan menjadi embrio bagi pusat kajian Indonesia di Jepang. Alumni Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI ini kini sedang melanjutkan studi di Graduate School of International Relations, Ritsumeikan University, Kyoto. Bidang yang didalami adalah isu-isu strategis dan keamanan kontemporer, terorisme, hubungan Utara-Selatan, hubungan Islam-Barat, sejarah poskolonial, ekonomi politik, hak asasi manusia, dan global governance.
Arsip lalu
       
Copyright © 2005 beritaiptek.com All text, graphics and pictures contained in the pages of the BeritaIptek.com are copyright 2004 by ISTECS.
Any reprinting, reuse or rebroadcast by any person without the express written permission of ISTECS is prohibited. © Copyright Policy