Kamis, 24 Juli 2008 .


ISTECS
Buku Serba Serbi Energi
pmc
The Best Intenet Tools
Jumlah pengunjung : 2801098
sejak 27 Mei 2005
Saat ini ada 13 pengunjung online
Hari ini 3994 pengunjung
Kemarin 4433 pengunjung

Senin, 4 Juli 2005 12:00:08
Artikel Iptek - Bidang Biologi, Pangan, dan Kesehatan

Memelihara ikan hias di akuarium pada kebanyakan orang terkadang bukan lagi sekedar hobi tetapi sudah menjadi perilaku gketagihanh sehingga rela mengeluarkan uang jutaan bahkan sampai puluhan juta rupiah untuk seekor ikan gold atau red arwana misalnya. Atau pada beberapa kontes, ikan hias yang menjadi pemenang akan bernilai sangat tinggi.

Ciri yang paling menonjol dari seekor ikan hias selain bentuknya yang khas, juga adalah warna yang menarik. Warna inilah yang membuat orang rela berjam-jam di depan akuarium kesayangannya selepas pulang kerja atau sekedar istirahat siang dikantor yang ada pajangannya di ruang lobi. Namun terkadang lama kelamaan warna ikan hias ini akan memudar dan bahkan hilang sama sekali sehingga tidak lagi menarik dan menjadi pusat perhatian. Biasanya para penggemar dan petani ikan hias akan memberi udang-udangan kecil sebagai pakan tambahan. Jenis udang-udangan atau yang masuk kedalam family decapoda (kepiting, lobster atau rajungan kecil ) dapat memelihara warna pada kulit ikan. Untuk sementara cara ini benar khususnya buat ikan-ikan hias karnivora seperti arwana, louhan atau udang-udangan hias, namun cara ini tidak berlaku dan justru menjadi masalah bagi ikan-ikan hias omnivore seperti koki, koi atau cupang yang sudah terbiasa dengan pellet sebagai pakannya dan tidak berani untuk memburu mangsa hidup.

Untuk mengatasi permasalahan ini salah satunya adalah cukup dengan memasukkan pigmen warna kedalam pakan ikan hias. Pigmen warna ini dikenal dengan karoten. Karoten adalah sumber utama yang bertanggungjawab terhadap pewarnaan pada ikan. Berbagai warna yang ada dihasilkan oleh adanya karoten khusus dan karoten protein kompleks. Karotenoid hanya bisa disintesa oleh tumbuhan termasuk didalamnya phytoplankton, alga, dan sejumlah kecil jamur dan bakeri. dan kemudian dimanfaantkan oleh hewan, termasuk ikan, lewat rantai makanan atau melalui makanan (pellet) yang diberikan.

Karoten@yang tersedia di lingkungan perairan terbagi dua yakni karoten kuning (lutein, zeaxanthin dan alfa dan beta-caroten) dan koroten merah (astaxanthin). Namun keberadaan astaxanthin adalah yang terbesar dan terserap pada hewan-hewan air seperti udang-udangan, krill, trout atau salmon. Olehnya itu udang-udangan ini banyak dimanfaatkan oleh petani ikan atau penggemar ikan hias sebagai pakan hidup bagi ikan hiasnya.

Selain yang berasal dari alam, karotenoid dapat juga berasal dari sintesa secara kimiawi berupa karoten buatan dari gelatin. Jenis ini adalah kelompok astaxanthin (red carotenoid) dan yang termasuk didalamnya roche carophyll pink, cantaxanthin dan citranaxanthin. Pada ikan hias koi, sumber astaxanthin buatan ini umumnya banyak digunakan. Meskipun mudah untuk pembuatan dan pengadaannya namun sumber astaxanthin alami lebih memberikan pengaruh warna yang lebih baik dibanding astaxanthin sintesis pada warna ikan hias.
Seiring dengan perkembangan teknologi pembuatan pakan ikan, sumber-sumber karoten yang tadinya hanya diberikan dalam bentuk bahan mentah, sekarang bahan-baku tersebut sudah bisa dimasukkan ke dalam pakan. Hal ini disandarkan pada efisiensi dalam pengadaanya lebih mudah dibanding pakan alami. Selain itu kelengkapan nutrient dan keseimbangan nutrient pakan buatan (protein, lemak, karbohidrat vitamin dan mineral) untuk ikan yang dipelihara lebih mudah diatur dan diketahui sesuai kebutuhan ikan peliharaan. Bahan-bahan baku yang digunakan untuk pakan ikan hias dapat dibagi kedalam dua kelompok. Ada yang berasal tumbuhan seperti tepung alga, tepung paprika atau tepung wortel. Kedua, bahan-bahan yang berasal dari hewan utamanya yang berasal dari laut. Tepung rebon, tepung udang, spirulina dan krill adalah bahan bahan utama pewarna pakan hewani yang umum digunakan oleh produsen pabrik pakan sebagai sumber karoten.

Oleh karena itu bagi kita penggemar ikan hias tidak hanya sebatas melihat warna-warna ikan yang indah dari jenis ikan yang beragam, tetapi lebih penting dari itu bagaimana memelihara warna ikan hias agar tetap berseri sepanjang masa dengan pengetahuan kita akan bahan pakan ikan hias yang mengandung karoten.

Agus Kurnia, Tokyo University of Marine Science and Technology


  Diskusi (percobaan)
dibaca 5318 kali


BERITA SEBELUMNYA
PERSPEKTIF
Senin, 26 Mei 2008
Jalan Licin Paradigma Keamanan Alternatif: Keamanan Manusia dan Pembajakan Wacana
oleh Shofwan Al-Banna Choiruzzad
Dalam kolom perspektif di situs ini (April 2008), Heru Susetyo mengajukan gagasannya mengenai perlunya paradigma keamanan yang tidak hanya berpusat pada keamanan militer dan teritorial saja. Ia merujuk pada paradigma keamanan komprehensif yang bertumpu pada keamanan manusia (human security). Menurutnya, keamanan manusia (human security) menjadi pilihan karena konsep ini secara komprehensif mampu menjembatani kepentingan keamanan antara kepentingan keamanan militer dengan keamanan ekonomi, pangan, energi, pribadi, politik, komunitas, dan keamanan lingkungan. Fakta bahwa berbagai ancaman yang menganggu stabilitas dan integrasi nasional kini lebih banyak berasal dari dalam negeri dengan sebab-sebab yang tak melulu kemiliteran membuat argumentasi ini terasa kuat. ...selengkapnya

Pegiat Komunitas Aset Bangsa. Saat ini dipercaya sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Komsat Kyoto-Shiga. Bersama dengan para peneliti Jepang yang peduli Indonesia di Kyoto dan sekitarnya, saat ini tengah merintis FOSBIK (Forum Studi Berita Indonesia di Kyoto) yang diharapkan akan menjadi embrio bagi pusat kajian Indonesia di Jepang. Alumni Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI ini kini sedang melanjutkan studi di Graduate School of International Relations, Ritsumeikan University, Kyoto. Bidang yang didalami adalah isu-isu strategis dan keamanan kontemporer, terorisme, hubungan Utara-Selatan, hubungan Islam-Barat, sejarah poskolonial, ekonomi politik, hak asasi manusia, dan global governance.
Arsip lalu
       
Copyright © 2005 beritaiptek.com All text, graphics and pictures contained in the pages of the BeritaIptek.com are copyright 2004 by ISTECS.
Any reprinting, reuse or rebroadcast by any person without the express written permission of ISTECS is prohibited. © Copyright Policy