Ceramah berikutnya adalah ceramah yang saya tunggu-tunggu karena berhubungan dengan bidang saya yaitu studi protein. Penampilan Prof. Blobel yang tinggi besar, menyampaikan materi sama persis seperti
text book biologi molekuler yang saya gunakan mengajar mahasiswa S-1 di Swiss-German University.
Nuclear pore complex yang sangat indah karena simetris, rumit tapi bekerja dengan sangat baik. Setelah penemuan tentang signal peptida yang menjadi penanda kemana protein mau dikirim, rupanya Prof. Blobel sekarang berminat pada mesin-mesin di membran inti sel yg menyeleksi penanda tersebut.
Fokus yang ingin dilakukan adalah mengkristalkan seluruh komplek tersebut, meskipun sekarang baru satu persatu. Diantaranya adalah protein yang ternyata berstruktur beta-propeller. Mendengar kata protein ini, langsung membuat saya lebih bersemangat, karena penelitian saya S3 mengenai rekayasa protein pada protein beta-propeller. Senang juga, struktur protein yang diawal saya meneliti tahun 1997 cuma ada 6 jenis sekarang sudah jadi puluhan dan semakin dirasakan pentingnya.
Ceramah berikutnya, sangat fantastis! Prof. Kroto sang penemu
fullerene/C60 sempat mendapat kecaman karena kalau biasanya penerima Nobel hasil penelitiannya sudah dirasakan manfaatnya, sedangkan molekul bola karbon ini tidak/belum ada manfaatnya yg jelas. Tapi hebatnya presentasinya sangat menarik dengan gambar-gambar grafis yang indah, juga ilustrasi yg kadang bahkan jauh sekali dari dunia ilmiah (seperti foto Tom Cruise, dibandingkan dg foto Einstein waktu muda), gaya pembicaraan seperti pembawa acara kondang, membuat semua peserta sangat bergairah menikmati pembicaraannya. Dimulai dari kisah penemuan bola karbon, diteruskan dengan pemaparan sains dengan
fun perlu lebih dimasyarakatkan agar orang sewaktu melihat gambar-gambar saintis tidak berwajah murung dan mengerutkan dahi, demikian paparnya. Karena itu, beliau membawa foto Einstein umur 16 tahun yang masih ganteng dibandingkan dg foto si Tom.
Penemuan-penemuan besar Einstein dilakukan pada usia muda, jadi tidak adil kalau foto-foto Einstein yang diperlihatkan banyaknya ketika sudah tua sehingga membuat diskusi menjadi kurang menarik, demikian ujar beliau. Termasuk usahanya untuk mempopulerkan sains dengan mengajak pemain bola Manchester United yang membawa bola kaki dan beliau membawa bola karbon. Katanya sih karena yang mau datang awalnya Beckham tapi karena berbau ilmiah, akhirnya dianya mundur. Usahanya tidak berhenti di situ, tapi juga untuk generasi anak-anak dan negara berkembang. Terakhir diperlihatkan bagaimana Prof.Kroto mengunjungi anak-anak di Meksiko untuk mengenalkan bola karbon ini. Benar-benar rasanya
science is fun!
Satu lagi,
science is universal dengan menunjukkan bahwa orang-orang yang bekerja di labnya pada waktu penemuan besar ini berasal dari berbagai negara. Satu orang dari Inggris, ada yang dari China, Jepang, bahkan ada juga yang berasal dari Uganda. Walau dari segi isi tidak ada yang istimewa, karena pembawaan dan penjiwaan penghibur yang sangat menarik presentasi Prof. Kroto dalam sejarah 2005 Lindau Nobel Meeting mendapat tepuk tangan paling meriah dari para peserta, dibandingkan presenter-presenter lainnya.
Terakhir, setelah istirahat siang yg diisi dengan makan kare udang di restoran India, saya memilih ceramah Prof. Richard Roberts. Cukup padat, acaranya dilaksanakan di bioskop. Beliau bercerita tentang penelitiannya yang dari dulu sampai sekarang tentang bakteri. Seorang mahasiswi Ukraina mengajukan pertanyaan,mengapa akhirnya menemukan intron yang tidak ada di bakteri? Katanya itu cuma pekerjaan sampingan. Tapi pekerjaan tersebut tetap perlu, seperti kata Alexander Fleming;
Fortune preferes the prepared mind. Kalau tidak cermat mengamati perbedaan transkripsi bakteri dan sel eukariot yang promotornya mirip tapi hasilnya beda, tentu tidak akan menemukan yang namanya
intervening sequence tersebut.
Nasihat Prof. Richard kepada peserta, jadikan aktivitas riset kamu, menyenangkan, tidak hanya diri sendiri, bahkan kepada istri tersayang juga, demikian paparnya.
Buat yang berminat mengundang penerima Nobel, mungkin bisa jadi catatan tambahan. Untuk para tamu-tamu penting itu panitia bekerjasama dengan BMW menyediakan mobil jemputan yang sangat mewah. Walaupun di Jerman, taksi juga Mercy atau BMW, tapi ini jelas kelasnya berbeda. Berikut foto mobil tersebut di depan bioskop tempat ceramah Prof. Richard.
Gambar 1. Mobil-mobil mewah pengantar penerima Nobel (Arief B. Witarto)
Demikianlah, hari ini berakhir, dengan catatan tambahan, sampai hari ketiga, para penerima Nobel yang tidak ceramah, maupun yang telah selesai ceramah, hebatnya masih semangat dan antusias untuk tetap hadir, tanpa kelihatan kelelahan atau mengantuk. Foto dibawah ini, di deretan 3 paling depan, berkumpullah para penerima Nobel, asyik mendengarkan ceramah-ceramah koleganya, meskipun bidangnya berbeda.
Gambar 2. Tempat duduk para penerima Nobel (Arief B. Witarto)
Saya duduk di deretan ke empat, persis di depan saya adalah Prof. Roderick MacKinnon (Kimia 2003) yang baru akan ceramah besok. Disampingnya Prof. Wilczek, seorang teoritikawan fisika, tetap asyik dan ikut-ikutan tertawa lebar mendengar ceramah Prof. Kroto.
Lindau-Jerman, Rabu 29 Juni 2005, 19:15 (bagian ke-2)