Demikian salah satu judul pada kolom majalah food technology edisi Juli 2005. Konsumsi pangan dapat mempengaruhi fungsi otak baik untuk usia muda dan usia lanjut. Pada usia muda sangat diperlukan untuk kemampuan belajar dan berpikir (kognitif), sementara pada usia lanjut dapat mencegah terjadinya serangan penyakit alzheimer. Penyakit alzheimer adalah penyakit primer otak yang disebabkan oleh proses degeneratif dengan adanya perubahan biologis, hingga mengakibatkan kematian sel otak dan menimbulkan kemunduran intelektual atau kepikunan.
Beberapa komponen bioaktif yang terdapat di dalam bahan pangan, yang telah diketahui dapat mempengaruhi kerja otak antara lain adalah antioksidan dari bluberi, Zn, asam lemak omega-3, dan L-karnitin.
Bluberi
Senyawa antioksidan yang terkandung di dalam bluberi, khususnya antosianin, dipercaya dan telah dilaporkan mempunyai manfaat untuk meningkatkan kemampuan mengingat dan mencegah penyakit Alzheimer. Penelitian yang dilakukan oleh US Highbush Blueberry Council menyebutkan bahwa penambahan bluberi pada diet kontrol dapat meningkatkan memori, koordinasi, dan keseimbangan pada hewan uji (tikus). Sementara itu Goyarzu et al., (2004), melaporkan bahwa diet bluberi dapat menghambat ekspresi gen NF-B; NF-B adalah protein transkripsi yang bertanggungjawab terhadap meningkatnya penuaan dan oksidatif stres. Selain itu grup peneliti dari Neuroscience Laboratory-Tuft University, menyebutkan bahwa diet bluberi dapat meningkatkan kemampuan otak untuk menghasilkan heat shock protein 70 (HSP70); HSP70 adalah protein yang merespon stres yang terjadi di otak.
Zn (Zinc)
Penlan et al. (2005) melakukan penelitian terhadap 111 anak perempuan dan 98 anak laki-laki. Mereka mengkonsumsi 4 oz jus buah-buahan yang disuplementasi dengan 0, 10, atau 20 mg Zn-glukonat. Anak-anak yang mengkonsumsi 20 mg Zn memperlihatkan respon dan daya ingat yang lebih cepat dan tepat dibandingkan dengan anak lainnya. Dari hasil ini peneliti ingin menunjukkan bahwa kemampuan daya ingat anak-anak dapat ditingkatkan dengan mengkonsumsi lebih banyak jumlah Zn.
Asam Lemak Omega-3
Eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA) adalah dua senyawa utama asam lemak omega-3 yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak. Beberapa penelitian menyebutkan defisiensi dua senyawa ini berhubungan erat dengan depresi, demensia, dan penyakit alzheimer.
L-Karnitin
Karnitin, koenzim vital dalam jaringan tubuh hewan dan berperan dalam metabolisme lemak, merupakan substansi seperti vitamin yang banyak mendapatkan perhatian dewasa ini. Senyawa ini mirip dengan vitamin, dengan pengecualian bahwa pada kondisi normal, hewan tingkat tinggi menyintesa sendiri kebutuhan totalnya. Karena itu, tidak perlu menambahkan karnitin dalam makanan sehari-hari. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa sintesis karnitin badan kemungkinan tidak mencukupi untuk beberapa individu, sehingga perlu asupan (konsumsi) dari luar. Selama ini karnitin memainkan peranan penting dalam metabolisme lemak dan produksi energi pada mamalia.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa karnitin mempunyai fungsi lain yaitu dapat memelihara fungsi otak agar tetap normal seiring dengan proses penuaan. Juliet et al. (2005), menunjukkan bahwa L-karnitin memiliki neuroprotective effect pada tikus tua dengan cara meningkatkan metabolisme energi, mengaktifkan asam nukleat (DNA), memperbaiki fungsi enzim, dan meningkatkan status antioksidan. Selanjutnya Pistone et al. (2003), menyebutkan bahwa suplementasi L-karnitin dapat menurunkan kelelahan mental pada orang dewasa. (food technology/am)
Dalam kolom perspektif di situs ini (April 2008), Heru Susetyo mengajukan gagasannya mengenai perlunya paradigma keamanan yang tidak hanya berpusat pada keamanan militer dan teritorial saja. Ia merujuk pada paradigma keamanan komprehensif yang bertumpu pada keamanan manusia (human security). Menurutnya, keamanan manusia (human security) menjadi pilihan karena konsep ini secara komprehensif mampu menjembatani kepentingan keamanan antara kepentingan keamanan militer dengan keamanan ekonomi, pangan, energi, pribadi, politik, komunitas, dan keamanan lingkungan. Fakta bahwa berbagai ancaman yang menganggu stabilitas dan integrasi nasional kini lebih banyak berasal dari dalam negeri dengan sebab-sebab yang tak melulu kemiliteran membuat argumentasi ini terasa kuat. ...selengkapnya
Pegiat Komunitas Aset Bangsa. Saat ini dipercaya sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Komsat Kyoto-Shiga. Bersama dengan para peneliti Jepang yang peduli Indonesia di Kyoto dan sekitarnya, saat ini tengah merintis FOSBIK (Forum Studi Berita Indonesia di Kyoto) yang diharapkan akan menjadi embrio bagi pusat kajian Indonesia di Jepang. Alumni Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI ini kini sedang melanjutkan studi di Graduate School of International Relations, Ritsumeikan University, Kyoto. Bidang yang didalami adalah isu-isu strategis dan keamanan kontemporer, terorisme, hubungan Utara-Selatan, hubungan Islam-Barat, sejarah poskolonial, ekonomi politik, hak asasi manusia, dan global governance. Arsip lalu