Kendaraan berbahan bakar 'fuel cell' dan hibrid beradu gengsi di ajang otomotif rutin, Tokyo Motor Show ke-39, yang terselenggara sejak 20 Oktober sampai dengan 6 Nopember 2005. Setidaknya 7 pabrik dari 58 pabrik otomotif ternama di dunia yang turut ambil bagian dalam pameran tersebut, memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk menikmati 'test rides' 13 mobil dari ratusan kendaraan dan spare part yang dipamerkan. Selain 'test rides' kendaraan berbahan bakar bersih tersebut, juga diadakan event memperingati 50 tahun penyelenggaraan Tokyo Motor Show, pameran, simposium, festival dan pendidikan olahraga bermotor bagi anak-anak.
Ajang yang berhasil menghadirkan lebih dari 1.27 juta pengunjung hingga 2 hari sebelum penutupannya, merupakan salah satu event bergengsi otomotif dunia, tak kurang perusahaan-perusahaan otomotif yang mewakili 13 negara ditambah satu regional turut berpartisipasi di dalamnya. Di dalam ajang ini dipamerkan setidaknya 79 produk otomotif terbaru dunia yang belum pernah diperlihatkan di mana pun sebelumnya (http://www.tokyo-motorshow.com).
Kendaraan berbahan bakar 'fuel cell' memperoleh energi dari listrik hasil dari reaksi suplai luar hidrogen dan oksigen didalam sebuah alat elektrokimia yang mirip batere. Hidrogen masuk melalui sisi anoda sedangkan oksigen masuk melalui sisi katoda dan menghasilkan keluaran air, berbeda dengan kendaraan konvensional menggunakan BBM yang menghasilkan polusi keluaran gas bercampur partikel-partikel padat. Kecepatan laju kendaraan berbahan bakar 'fuel cell' ini tidak kalah dengan kendaraan konvensional, setidaknya ada salah satu kendaraan yang dipamerkan pada Tokyo Motor Show ini, dapat mencapai kecepatan laju 300 kilometer per jam.
Kendaraan hibrid memperoleh energi penggerak gabungan dari mesin pembakaran internal (sumber energi BBM) dan listrik (sumber energi batere). Dengan penggunaan energi gabungan ini, penggunaan BBM menjadi relatif lebih hemat. Pada kendaraan hibrid model-model keluaran terbaru sebagaimana yang dipamerkan pada Tokyo Motor Show ini, batere sumber energi dapat diisi ulang (recharge), dengan cara : pada saat kendaraan berhenti, emisi keluaran mesin pembakaran internal digunakan untuk menggerakkan generator menghasilkan listrik yang kemudian disimpan dalam batere.
Ajang Tokyo Motor Show dengan memamerkan 'test ride' kendaraan yang berbahan bakar bersih yang efisien energi ini nampaknya memang cukup tepat ditengah-tengah krisis kelangkaan dan meningkatnya harga BBM dunia saat ini. Kita lihat apa yang akan dipamerkan lagi pada Tokyo Motor Show berikutnya. (tsn)
Dalam kolom perspektif di situs ini (April 2008), Heru Susetyo mengajukan gagasannya mengenai perlunya paradigma keamanan yang tidak hanya berpusat pada keamanan militer dan teritorial saja. Ia merujuk pada paradigma keamanan komprehensif yang bertumpu pada keamanan manusia (human security). Menurutnya, keamanan manusia (human security) menjadi pilihan karena konsep ini secara komprehensif mampu menjembatani kepentingan keamanan antara kepentingan keamanan militer dengan keamanan ekonomi, pangan, energi, pribadi, politik, komunitas, dan keamanan lingkungan. Fakta bahwa berbagai ancaman yang menganggu stabilitas dan integrasi nasional kini lebih banyak berasal dari dalam negeri dengan sebab-sebab yang tak melulu kemiliteran membuat argumentasi ini terasa kuat. ...selengkapnya
Pegiat Komunitas Aset Bangsa. Saat ini dipercaya sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Komsat Kyoto-Shiga. Bersama dengan para peneliti Jepang yang peduli Indonesia di Kyoto dan sekitarnya, saat ini tengah merintis FOSBIK (Forum Studi Berita Indonesia di Kyoto) yang diharapkan akan menjadi embrio bagi pusat kajian Indonesia di Jepang. Alumni Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI ini kini sedang melanjutkan studi di Graduate School of International Relations, Ritsumeikan University, Kyoto. Bidang yang didalami adalah isu-isu strategis dan keamanan kontemporer, terorisme, hubungan Utara-Selatan, hubungan Islam-Barat, sejarah poskolonial, ekonomi politik, hak asasi manusia, dan global governance. Arsip lalu