Honda Motor melalui anak perusahaannya Honda Access (Saitama) bekerja sama dengan perusahaan Garmin (Texas) dan tiga perusahaan lainnya memulai mengembangkan car navigation system untuk sepeda motor. Kerja sama pengembangan dan produksi carnavi untuk motor ini adalah yang pertama di Jepang. Produk motor ber-carnavi akan mulai dipasarkan pada akhir Desember 2005 ini.
Carnavi ini akan dicangkokkan di scooter terbaru Honda kelas 250 cc, yaitu Forza X dan Forza Z. Sistem carnavi untuk sepeda motor ini dikomandoi oleh Garmin cabang Jepang dengan memakai lisensi peta Jepang yang dimiliki oleh perusahaan Zenrin. Meskipun sebelumnya, BMW telah mendahului pengembangan system navigasi untuk sepeda motor ini menggunakan peta untuk daratan Eropa. Untuk peta dalam negeri Jepang, ini adalah yang pertama kali.
Perangkat sistem navigasi ini ada diantara stang sepeda motor yang ditaruh sedemikan rupa sehingga tidak mengganggu pengendara ketika melihat speedometer. LCD yang digunakan berukuran 44 mm X 80 mm. LCD ini dilengkapi dengan sensor cahaya sehingga gelap-terang tampilan akan berubah secara otomatis. Di malam gelap pun tampilan layar akan tetap jelas.
Berbeda dengan carnavi mobil, karena carnavi sepeda motor ini tempatnya di luar, sehingga didisain sedemikian rupa agar tahan cuaca dan suhu, juga anti air. Untuk antisipasi getaran, data-data navigasi direkam menggunakan compact flash card yang tahan getaran.
Carnavi ini ini juga dilengkapi dengan sistem suara yang akan memandu pengendara dengan suara ketika ada tanda-tanda lalu lintas. Tampilan peta juga bisa diatur dengan sistem zoom in dan zoom out. Yang menarik lagi, carnavi sepeda motor ini bisa dilepas dan dipasang dengan mudah, sehingga aman dari pencurian.
Perbedaan lain dengan carnavi mobil, carnavi sepeda motor ini tidak bisa dihubungkan dengan internet. Akibatnya, tidak bisa memberikan informasi tentang kemacetan lalu lintas dan ramalan cuaca.
Sistem carnavi sepeda motor ini dijual seharga 173,250 Yen atau sekitar 15 juta Rupiah. Sementara Honda menjual Forza X dan Forza Z seharga 587,450 Yen dan 628,950 Yen. (50 juta Rupiah dan 53 juta Rupiah). Harga yang terjangkau untuk sebuah sepeda motor ?
Dr. Marsudi Budi Utomo, Senior Staf Shindengen Electric MFG., Co. LTD dan Peneliti ISTECS Japan.
Dalam kolom perspektif di situs ini (April 2008), Heru Susetyo mengajukan gagasannya mengenai perlunya paradigma keamanan yang tidak hanya berpusat pada keamanan militer dan teritorial saja. Ia merujuk pada paradigma keamanan komprehensif yang bertumpu pada keamanan manusia (human security). Menurutnya, keamanan manusia (human security) menjadi pilihan karena konsep ini secara komprehensif mampu menjembatani kepentingan keamanan antara kepentingan keamanan militer dengan keamanan ekonomi, pangan, energi, pribadi, politik, komunitas, dan keamanan lingkungan. Fakta bahwa berbagai ancaman yang menganggu stabilitas dan integrasi nasional kini lebih banyak berasal dari dalam negeri dengan sebab-sebab yang tak melulu kemiliteran membuat argumentasi ini terasa kuat. ...selengkapnya
Pegiat Komunitas Aset Bangsa. Saat ini dipercaya sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Komsat Kyoto-Shiga. Bersama dengan para peneliti Jepang yang peduli Indonesia di Kyoto dan sekitarnya, saat ini tengah merintis FOSBIK (Forum Studi Berita Indonesia di Kyoto) yang diharapkan akan menjadi embrio bagi pusat kajian Indonesia di Jepang. Alumni Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI ini kini sedang melanjutkan studi di Graduate School of International Relations, Ritsumeikan University, Kyoto. Bidang yang didalami adalah isu-isu strategis dan keamanan kontemporer, terorisme, hubungan Utara-Selatan, hubungan Islam-Barat, sejarah poskolonial, ekonomi politik, hak asasi manusia, dan global governance. Arsip lalu