Minggu, 20 Juli 2008 .


ISTECS
Buku Serba Serbi Energi
pmc
The Best Intenet Tools
Jumlah pengunjung : 2783270
sejak 27 Mei 2005
Saat ini ada 42 pengunjung online
Hari ini 1688 pengunjung
Kemarin 2650 pengunjung

Sabtu, 21 Januari 2006 07:43:41
Artikel Iptek - Bidang Teknologi Transportasi

Untuk mengatur lalu lintas atau mengatasi kemacetan-kemacetan yang terjadi di jalan-jalan perkotaan atau di jalan-jalan bebas hambatan, para ahli telah melakukan risetnya diawal tahun 1990-an yang dikenal dengan Intelligent Transportaion Systems (ITS). ITS ini meliputi beberapa aspek penelitian yang terpacu oleh kemajuan perkembangan teknologi informasi khususnya internet dan komunikasi wireless.

ITS merupakan suatu sistem komunikasi informasi secara wireless yang terintegrasi, digunakan untuk keperluan pengaturan lalu lintas seperti mengurangi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, efektifitas lalu lintas dan pengaturan masalah linkungan. Bagi para pengguna jalan raya khususnya para supir, ITS diharapkan dapat mengurangi beban mental akibat kemacetan pada saat mengemudi.

Umumnya teknologi ITS ini diterapkan untuk VICS (Vehicle Information and Communication System), ETC (Electronic Toll Collection System) dan DSRC (Dedicated Short Range Communication).

VICS

VICS digunakan untuk menyampaikan informasi kemacetan lalu lintas secara real time dengan mengunakan kombinasi pancaran sinyal gelombang beacon yang dihasilkan dari gelombang FM dan band 2.5GHz serta cahaya atau sinar beacon.

VICS terdiri dari 4 bagian penting yang saling terkait satu sama lainnya. Bagian -bagian tersebut adalah pengumpul informasi (pengaturan lalu lintas tingkal lokal, propinsi dan pusat), pengolah data, penyaji data, dan visualisasi data. Data-data yang masuk dari bagian pengumpul informasi diolah di pusat pengolahan data (VICS station). Selanjutnya data-data tersebut dipancarkan menggunakan pancaran ketiga sinyal ke terminal penerima yang terpasang di setiap mobil. Pada terminal data divisualisasikan agar dapat dibaca atau dilihat oleh pengemudi tentang informasi kerapatan lalu linstas dilokasi sekitarnya atau lokasi lain secara real time (Gambar 1).



Gambar 1. VICS (sumber: www.vics.or.jp/english/vics/structure.html)

ETC

Kemacetan yang sering terjadi di jalan bebas hambatan (jalan tol), umumnya terdapat di pintu-pintu pembayaran keluar dan masuk. Hal ini disebabkan adanya transaksi pengambilan tiket masuk dan pembayaran tiket. Sebagai salah satu solusi yang sudah diterapkan di negara-negara maju seperti Jepang misalnya adalah dengan menerapkan sistem pembayaran otomatis dengan menggunakan ETC. ETC ini cukup efektif untuk mengatasi kemacetan di gerbang-gerbang jalan bebas hambatan.

Pengemudi tidak harus menghentikan kendaraannya untuk sekedar mengambil tiket masuk atau melakukan pembayaran. Mobil-mobil yang sudah dilengkapi sistem ETC dapat langsung masuk dan keluar jalan tol melalui jalur khusus ETC yang tersedia di pintu masuk atau keluar jalan tol. Gerbang khusus ETC akan terbuka secara otomatis bila ada kendaraan yang memiliki ETC (Gambar 2).

Mobil pengguna sudah dilengkapi peralatan pemancar dengan frekuensi 5.8GHz dan sistem pembayaran ETC yang berisi data pengemudi. Semua pembayaran tol akan langsung ditarik dari rekening bank atau kartu kredit para pengemudi.


Gambar 2. ETC (sumber: www.oki.com/jp/SSC/ITS/eng/etc.html)


Gambar 3. DSRC
(sumber: www.tele.soumu.go.jp/e/system/ml/its/details/dsrcimg.htm)

DSRC

DSRC merupakan pengembangan lebih jauh dari ETC dengan menggunakan frekuensi 5.8GHz yang sama. Peralatan ini dipasang pada sisi jalan yang berfungsi sebagai stasiun dan di mobil yang berfungsi sebagai penerima. Komunikasi dua arah antara stasiun dan terminal atau penerima DSRC pada satu area atau sel dilakukan dengan kecepatan yang cukup tinggi. Dengan menggunakan sistem DSRC ini pengemudi dapat mendapatkan data-data atau informasi lalu lintas yang diinginkan saat berada dalam area DSRC (di tempat parkir, pengisian bensin dan lain-lain) (Gambar 3).

Candra Dermawan, kandidat doktor di Toyohashi University of Technology, Jepang, Presiden PMC, dan aktif sebagai Peneliti ISTECS. Email: cd@pmc.gs


  Diskusi (percobaan)
dibaca 4838 kali


BERITA SEBELUMNYA
PERSPEKTIF
Senin, 26 Mei 2008
Jalan Licin Paradigma Keamanan Alternatif: Keamanan Manusia dan Pembajakan Wacana
oleh Shofwan Al-Banna Choiruzzad
Dalam kolom perspektif di situs ini (April 2008), Heru Susetyo mengajukan gagasannya mengenai perlunya paradigma keamanan yang tidak hanya berpusat pada keamanan militer dan teritorial saja. Ia merujuk pada paradigma keamanan komprehensif yang bertumpu pada keamanan manusia (human security). Menurutnya, keamanan manusia (human security) menjadi pilihan karena konsep ini secara komprehensif mampu menjembatani kepentingan keamanan antara kepentingan keamanan militer dengan keamanan ekonomi, pangan, energi, pribadi, politik, komunitas, dan keamanan lingkungan. Fakta bahwa berbagai ancaman yang menganggu stabilitas dan integrasi nasional kini lebih banyak berasal dari dalam negeri dengan sebab-sebab yang tak melulu kemiliteran membuat argumentasi ini terasa kuat. ...selengkapnya

Pegiat Komunitas Aset Bangsa. Saat ini dipercaya sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Komsat Kyoto-Shiga. Bersama dengan para peneliti Jepang yang peduli Indonesia di Kyoto dan sekitarnya, saat ini tengah merintis FOSBIK (Forum Studi Berita Indonesia di Kyoto) yang diharapkan akan menjadi embrio bagi pusat kajian Indonesia di Jepang. Alumni Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI ini kini sedang melanjutkan studi di Graduate School of International Relations, Ritsumeikan University, Kyoto. Bidang yang didalami adalah isu-isu strategis dan keamanan kontemporer, terorisme, hubungan Utara-Selatan, hubungan Islam-Barat, sejarah poskolonial, ekonomi politik, hak asasi manusia, dan global governance.
Arsip lalu
       
Copyright © 2005 beritaiptek.com All text, graphics and pictures contained in the pages of the BeritaIptek.com are copyright 2004 by ISTECS.
Any reprinting, reuse or rebroadcast by any person without the express written permission of ISTECS is prohibited. © Copyright Policy