Kamis, 24 Juli 2008 .


ISTECS
Buku Serba Serbi Energi
pmc
The Best Intenet Tools
Jumlah pengunjung : 2801093
sejak 27 Mei 2005
Saat ini ada 13 pengunjung online
Hari ini 3989 pengunjung
Kemarin 4433 pengunjung

Jumat, 3 Maret 2006 00:03:16
Artikel Iptek - Bidang Tata Kota, Perumahan dan Permukiman

Tulisan bagian ketiga ini akan menjelaskan pemisahan sampah dalam kategori selanjutnya yakni 5) Yuugai Gomi atau sampah yang beresiko/berbahaya (Hazardous Waste) dan 6) Shigen Gomi atau Sampah yang dapat didaur ulang (Recyclable Waste).

5. Yuugai Gomi (有害ごみ) atau Sampah yang beresiko/berbahaya (Hazardous Waste)

Yang dimaksud dengan Yuugai Gomi (有害ごみ) atau sampah yang beresiko/berbahaya (Hazardous Waste) adalah sampah dari barang-barang yang  mengandung unsur/bahan dasar yang membahayakan atau wujud produknya itu sendiri dinyatakan berbahaya bagi manusia. Barang-barang yang dinyatakan beresiko/berbahaya adalah bateri dan termometer yang di dalamnya terdapat merkuri atau air raksa.

Sedangkan dalam bentuk produknya itu sendiri, di antaranya adalah tabung-tabung flourescent yang biasa dipakai pada lampu-lampu penerangan rumah tangga dan wadah-wadah/tabung-tabung bekas gas/aerosol/spray dan lain sebagainya (Lihat Gambar 7). Untuk tabung-tabung bekas ini, meskipun sudah habis isinya, dinyatakan beresiko karena memungkinkan bisa meledak.


Gambar 7. Contoh jenis-jenis sampah yang dikategorikan sebagai Yugai Gomi atau sampah beresiko/berbahaya (Hazardous Waste) beserta aturan singkat pembuangannya. (Sumber: Waste Guide Book, Toyohashi City Environmental Services Department)

Cara pembuangannya, untuk bateri dan termometer dapat dibuang kapan saja namun harus dimasukkan ke dalam kotak pengumpul sampah yang khusus untuk dua jenis barang ini. Seperti misalnya untuk bateri NiCad harus dimasukkan ke dalam kotak pengumpulan bateri NiCad yang terdapat di bangunan komunitas setempat (local community hall), atau dibawa lagi (dikembalikan) ke retailer bateri tersebut. Namun untuk bateri dan termometer yang tidak mengandung merkuri, cukup dimasukkan ke dalam kategori Kowasu Gomi atau sampah yang dapat dihancurkan (Crushable Waste).

Untuk tabung-tabung flourescent dan tabung-tabung bekas gas/aerosol/spray harus dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam tas transparan atau semi transparan dan dibuang sebulan sekali pada tempat dan waktu yang telah ditentukan. Jadwal pembuangannya pada umumnya juga hari Jum`at berselang dengan Umeru Gomi dan Kowasu Gomi. Khusus untuk tabung bekas gas/aerosol/spray, harus dihabiskan lebih dulu isinya dan tidak perlu dibuka tutupnya atau biarkan apa adanya.

6. Shigen Gomi (資源ごみ) atau Sampah yang dapat didaur ulang (Recyclable Waste)

Sesuai dengan namanya yang dimaksud dengan Shigen Gomi (資源ごみ) atau sampah yang dapat didaur ulang ini adalah barang-barang sampah yang bisa dan akan didaur ulang secara langsung oleh berbagai perusahaan terkait.

Ada empat jenis barang yang dimasukkan dalam kategori Shigen Gomi ini yakni 1) pakaian-pakaian, 2) kertas-kertas bekas, 3) botol-botol PET dan 4) botol-botol dan kaleng-kaleng. Keempat-empatnya diatur cara/teknis pembuangannya sendiri-sendiri. Lihat Gambar 8.

Untuk pakaian, berbagai aneka pakaian baik dari bahan serat alami (natural fibers) atau sintetis (synthetic fabrics) dengan kerusakan kecil seperti akibat serangga dan kerusakan yang tidak begitu terlihat dimasukkan ke dalam plastik/tas transparan dan dan dikumpulkan di tempat yang telah ditetapkan yakni berbagai pusat lingkungan atau pusat daur ulang. Untuk di Kota Toyohashi ini, ada dua tempat pusat daur ulang yakni di pojokan parkir supermarket Jusco Toyohashi-Minami dan Apita Mukaiyama. Pengumpulannya sebulan sekali, harinya sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam kalender. Sementara untuk pakaian dengan kerusakan yang besar/banyak bisa dimasukkan saja ke Moyasu Gomi.

Sedangkan untuk kertas-kertas, yang dimasukkan di sini adalah kertas-kertas koran bekas, majalah, cardboard, dan bekas karton susu. Cara buangnya, semuanya mesti diikat dulu dalam ketebalan tertentu, dan pada hari yang ditetapkan bisa dibawa langsung ke tempat pusat-pusat lingkungan/Sekolah Dasar terdekat dalam wilayah/distrik tersebut atau dibawa ke pusat daur ulang sebagaimana pakaian tadi. Namun ada pilihan lain juga yakni pada hari yang ditetapkan itu, ikatan-ikatan kertas tadi ditaruh di pinggir jalan depan rumah masing-masing, dan petugas akan otomatis mengambilnya. Menariknya, untuk pembuangan kertas yang didaur ulang ini, biasanya para orang tua selalu melibatkan anak-anak mereka, baik untuk mengikat atau membawanya ke pusat lingkungan/Sekolah Dasar terdekat.


Gambar 8. Contoh jenis-jenis sampah yang dikategorikan sebagai Shigen Gomi atau sampah yang dapat didaur ulang (Recyclable Waste) beserta aturan singkat pembuangannya. (Sumber: Waste Guide Book, Toyohashi City Environmental Services Department)


Untuk botol-botol plastik yang bergambar panah melingkar/segitiga melingkar dengan tulisan PET, maka caranya adalah tutup botolnya dilepas dulu, kemudian dibersihkan/dikocok dalamnya dengan air dan dikeluarkan airnya. Setelah itu, botol-botol ini perlu diinjak baru kemudian dimasukkan ke dalam kotak khusus sesuai kotak pengumpulannya. Kotak pengumpulan botol plastik PET ini biasanya tersedia di pusat-pusat lingkungan atau di berbagai supermarket. Sementara tutupnya tadi digabung dan dibuang sebagai Purasutikku Gomi jika bahannya dari unsur plastik atau Kowasu Gomi jika bahannya dari yang lain.

Sedangkan botol-botol atau kaleng-kaleng juga diperlakukan sama, tutup-tutup botol dan kaleng dibuka dulu, kemudian dalamnya botol dan kaleng tersebut dibersihkan/dikocok dengan air. Setelah airnya dibuang, botol-botol ataupun kaleng-kaleng ini jangan dirusakkan atau diinjak sebagaimana botol PET tetapi langsung dimasukkan ke dalam kotak khusus tempat pengumpulannya. Kotak pengumpulan ini biasanya selalu ada tanda khusus dengan lubang berbentuk bulatan. Sedangkan tutup-tutup botol dan kalengnya dimasukkan dan dibuang bersama Kowasu Gomi atau sampah yang dapat dihancurkan/diremukkan (Crushable Waste). (Bersambung)

Bambang Setia Budi, Pengkaji Tata Kota pada Institute for Science and Technology Studies (ISTECS) Chapter Jepang dan Dosen pada Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung (ITB)


  Diskusi (percobaan)
dibaca 5102 kali


BERITA SEBELUMNYA
PERSPEKTIF
Senin, 26 Mei 2008
Jalan Licin Paradigma Keamanan Alternatif: Keamanan Manusia dan Pembajakan Wacana
oleh Shofwan Al-Banna Choiruzzad
Dalam kolom perspektif di situs ini (April 2008), Heru Susetyo mengajukan gagasannya mengenai perlunya paradigma keamanan yang tidak hanya berpusat pada keamanan militer dan teritorial saja. Ia merujuk pada paradigma keamanan komprehensif yang bertumpu pada keamanan manusia (human security). Menurutnya, keamanan manusia (human security) menjadi pilihan karena konsep ini secara komprehensif mampu menjembatani kepentingan keamanan antara kepentingan keamanan militer dengan keamanan ekonomi, pangan, energi, pribadi, politik, komunitas, dan keamanan lingkungan. Fakta bahwa berbagai ancaman yang menganggu stabilitas dan integrasi nasional kini lebih banyak berasal dari dalam negeri dengan sebab-sebab yang tak melulu kemiliteran membuat argumentasi ini terasa kuat. ...selengkapnya

Pegiat Komunitas Aset Bangsa. Saat ini dipercaya sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Komsat Kyoto-Shiga. Bersama dengan para peneliti Jepang yang peduli Indonesia di Kyoto dan sekitarnya, saat ini tengah merintis FOSBIK (Forum Studi Berita Indonesia di Kyoto) yang diharapkan akan menjadi embrio bagi pusat kajian Indonesia di Jepang. Alumni Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI ini kini sedang melanjutkan studi di Graduate School of International Relations, Ritsumeikan University, Kyoto. Bidang yang didalami adalah isu-isu strategis dan keamanan kontemporer, terorisme, hubungan Utara-Selatan, hubungan Islam-Barat, sejarah poskolonial, ekonomi politik, hak asasi manusia, dan global governance.
Arsip lalu
       
Copyright © 2005 beritaiptek.com All text, graphics and pictures contained in the pages of the BeritaIptek.com are copyright 2004 by ISTECS.
Any reprinting, reuse or rebroadcast by any person without the express written permission of ISTECS is prohibited. © Copyright Policy