Minggu, 20 Juli 2008 .


ISTECS
Buku Serba Serbi Energi
pmc
The Best Intenet Tools
Jumlah pengunjung : 2783269
sejak 27 Mei 2005
Saat ini ada 42 pengunjung online
Hari ini 1687 pengunjung
Kemarin 2650 pengunjung

Jumat, 10 Maret 2006 00:03:40
Artikel Iptek - Bidang Biologi, Pangan, dan Kesehatan

Bawang putih (Allium sativum) telah lama digunakan sebagai salah satu bumbu masakan oleh masyarakat Indonesia maupun masyarakat lainnya di berbagai belahan dunia karena aromanya yang khas. Akhir-akhir ini penggunaan bawang putih tidak hanya sebagai bahan penyedap rasa, tetapi digunakan juga sebagai salah satu bahan yang dapat memberikan efek kesehatan. Lebih dari 1000 publikasi hasil penelitian dalam satu dekade terakhir ini menunjukkan bahwa bawang putih merupakan salah satu bahan pangan terbaik untuk mencegah timbulnya penyakit.

Pada bulan April 2005 diadakan International Research Symposium di Universitas Georgetown USA dengan tema "Pengaruh Bawang Putih dan Komponen-komponennya Terhadap Penyakit Kanker dan Kardiovaskuler". Ajang ini diikuti oleh para peneliti bawang putih di seluruh dunia. Temuan-temuan baru manfaat bawang putih sebagai obat didiskusikan dengan menarik pada forum ini. Sebagian dari temuan-temuan tersebut dan beberapa paper review forum ini telah dipublikan di Journal of Nutrition edisi Maret 2006.

Komponen bioaktif dari suatu bahan pangan memegang peranan penting dalam memberikan efek kesehatan. Komponen aktif yang terdapat pada bahan tanaman dikenal dengan istilah fitokimia. Pengertian fitokimia adalah suatu bahan dari tanaman (phytos = tanaman), yang dapat memberikan fungsi-fungsi fisiologis untuk pencegahan penyakit. Bahan yang dimaksud adalah senyawa kimia (chemical = kimia) berupa komponen bioaktif yang dapat digunakan untuk pencegahan atau pengobatan penyakit.

Karena banyaknya komponen-komponen yang terkandung di dalam bawang putih menyebabkan metode persiapan dan ekstraksi (lama dan metode ekstraksi serta jenis pelarut) memegang peranan penting untuk mendapatkan komponen bioaktif dari bawang putih. Pelarut (solvent) yang sering digunakan adalah ethanol, methanol, aseton, dan air atau kombinasinya. Komponen-komponen bioaktif yang terdapat di bawang putih bekerja secara sinergis satu sama lain untuk menimbulkan efek kesehatan.

Diantara beberapa komponen bioaktif yang terdapat pada bawang putih, senyawa sulfida adalah senyawa yang banyak jumlahnya. Senyawa-senyawa tersebut antara lain adalah dialil sulfida atau dalam bentuk teroksidasi disebut dengan alisin. Sama seperti senyawa fenolik lainnya, alisin mempunyai fungsi fisiologis yang sangat luas, termasuk diantaranya adalah antioksidan, antikanker, antitrombotik, antiradang, penurunan tekanan darah, dan dapat menurunkan kolesterol darah. Data epidemiologis juga menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara konsumsi bawang putih dengan penurunan penyakit kardiovaskuler, seperti aterosklerosis (penumpukan lemak), jantung koroner, dan hipertensi.

Penurunan kolesterol darah disebabkan terhambatnya beberapa enzim yang berkaitan dengan pembentukan kolesterol, salah satunya adalah 3-hydroxy-3-methylglutaryl CoA reductase (HMGCR). Penurunan tekanan darah disebabkan oleh terhambatnya aktivitas angiotensin I-converting enzyme (ACE); suatu enzim yang bertanggung jawab terjadinya peningkatan tekanan darah. Sebagai antioksidan bawang putih sangat efektif sebagai komponen yang dapat mencegah pembentukan radikal bebas baik secara invitro maupun invivo.

Riset pasar yang dilakukan oleh Clute pada tahun 2004, menyebutkan bahwa bawang putih adalah suplemen utama rempah-rempah yang dikonsumsi oleh keluarga di USA. Beberapa produk bawang putih yang telah dikomersialkan adalah garlic essential oil, garlic oil macerated oil, garlic powder, dan age garlic extract (AGE).

Diantara beberapa bentuk komersial tersebut, AGE adalah produk dari hasil ektraksi bawang putih dengan komponen bioaktif lebih besar dibandingkan dengan produk-produk lainnya. Metode ektraksi sederhana menggunakan H2O (air) sebagai pelarut beberapa komponen bioaktif dapat diperoleh dari produk ini seperti S-methyl-L-cysteine (SMC), saponin, dan beberapa komponen oil-soluble sulfur. Uji klinis AGE rentang dosis 1-7,2 gram per hari mampu menurunkan kolesterol darah pada manusia dan rentang dosis 1,8-10 gram per hari dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia. Pada uji klinis lainnya produk AGE tidak mempunyai efek toksik jika dikonsumsi berlebihan. Salah satu contoh produk AGE ditampilkan pada Gambar 1.


Gambar 1. Contoh produk AGE
(Sumber: www.shokos.com/Kyolic-Garlic-garlic.html)

Dalam kehidupan sehari-hari, menurut hemat penulis mengkonsumsi bawang putih mentah akan sangat bermanfaat. Tanpa harus membeli produk komersial seperti disampaikan diatas, mengkonsumsi bawang putih mentah akan sama baiknya dengan mengkonsumsi produk komersial. Dengan satu siung bawang putih per hari, manfaat kesehatan akan kita peroleh.

Untuk para pekerja dan eksekutif dengan mobilitas tinggi, merupakan pilihan bijak mengkonsumsi bawang putih yang telah disiapkan dalam bentuk kapsul atau tablet dimana setiap saat dapat dikonsumsi.

Ardiansyah, mahasiswa Program Doktor di Lab. of Nutrition, Tohoku University Sendai, Jepang dan anggota ISTECS chapter Jepang. Email: ardy@biochem.tohoku.ac.jp

  Diskusi (percobaan)
dibaca 10709 kali


BERITA SEBELUMNYA
PERSPEKTIF
Senin, 26 Mei 2008
Jalan Licin Paradigma Keamanan Alternatif: Keamanan Manusia dan Pembajakan Wacana
oleh Shofwan Al-Banna Choiruzzad
Dalam kolom perspektif di situs ini (April 2008), Heru Susetyo mengajukan gagasannya mengenai perlunya paradigma keamanan yang tidak hanya berpusat pada keamanan militer dan teritorial saja. Ia merujuk pada paradigma keamanan komprehensif yang bertumpu pada keamanan manusia (human security). Menurutnya, keamanan manusia (human security) menjadi pilihan karena konsep ini secara komprehensif mampu menjembatani kepentingan keamanan antara kepentingan keamanan militer dengan keamanan ekonomi, pangan, energi, pribadi, politik, komunitas, dan keamanan lingkungan. Fakta bahwa berbagai ancaman yang menganggu stabilitas dan integrasi nasional kini lebih banyak berasal dari dalam negeri dengan sebab-sebab yang tak melulu kemiliteran membuat argumentasi ini terasa kuat. ...selengkapnya

Pegiat Komunitas Aset Bangsa. Saat ini dipercaya sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Komsat Kyoto-Shiga. Bersama dengan para peneliti Jepang yang peduli Indonesia di Kyoto dan sekitarnya, saat ini tengah merintis FOSBIK (Forum Studi Berita Indonesia di Kyoto) yang diharapkan akan menjadi embrio bagi pusat kajian Indonesia di Jepang. Alumni Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI ini kini sedang melanjutkan studi di Graduate School of International Relations, Ritsumeikan University, Kyoto. Bidang yang didalami adalah isu-isu strategis dan keamanan kontemporer, terorisme, hubungan Utara-Selatan, hubungan Islam-Barat, sejarah poskolonial, ekonomi politik, hak asasi manusia, dan global governance.
Arsip lalu
       
Copyright © 2005 beritaiptek.com All text, graphics and pictures contained in the pages of the BeritaIptek.com are copyright 2004 by ISTECS.
Any reprinting, reuse or rebroadcast by any person without the express written permission of ISTECS is prohibited. © Copyright Policy