Kamis, 24 Juli 2008 .


ISTECS
Buku Serba Serbi Energi
pmc
The Best Intenet Tools
Jumlah pengunjung : 2801029
sejak 27 Mei 2005
Saat ini ada 9 pengunjung online
Hari ini 3925 pengunjung
Kemarin 4433 pengunjung

Kamis, 6 Juli 2006 00:22:53
Catatan Perjalanan - Bidang Energi dan Sumber Daya Alam

Selain berfokus pada siklus transkritikal CO2, konferensi ini juga membahas penggunaan refrigeran hidrokarbon dan secondary refrigerant (seperti ice slurry dan hydrate slurry). Salah satu masalah utama yang masih membayangi penggunaan refrigeran hidrokarbon adalah sifat hidrokarbon yang mudah terbakar (highly flammable). Karena sifat itulah, hidrokarbon hingga saat ini belum diterapkan secara luas pada ruang publik (terutama di USA). Dalam konferensi ini ditampilkan hasil riset yang bertujuan untuk mengurangi derajad keterbakaran hidrokarbon. Salah satu pemakalah dari Laboratorium Termodinamika ITB Bandung, Dr. Ari D. Pasek dkk, menyajikan salah satu hasil risetnya perihal pencampuran refrigeran hidrokarbon dengan R-134a untuk menurunkan derajad keterbakaran hidrokarbon. Disimpulkan bahwa derajad keterbakaran hidrokarbon bisa diturunkan dengan cara ini. Di Indonesia, refrigeran hidrokarbon sudah digunakan untuk berbagai aplikasi pendinginan, baik statik ataupun mobile systems.

Secondary refrigerant, seperti ice slurry dan hydrate slurry, cocok diterapkan untuk pendinginan terpusat (sistem distrik). Pada pendinginan sistem distrik (district cooling system), beberapa mesin pendingin/pemanas yang dipusatkan pada satu lokasi melayani kebutuhan pendinginan/pemanasan untuk daerah yang sangat luas, mulai dari satu gedung bertingkat hingga beberapa kota sekaligus. Untuk mengalirkan fluida pendingin tersebut, saat ini umumnya digunakan air (chilled water) ataupun campuran air dan es (ice slurry) yang mentransportasikan panas dari konsumen ke mesin pendingin. Sistem ini sangat hemat energi, terutama dengan penyatuan mesin pendingin di satu lokasi, maka dimungkinkan untuk menggunakan energi buangan dari sistem lain, pembangkit listrik misalnya, sebagai energi primer penggerak mesin pendingin.

Gambar 1. Skema pendinginan sistem distrik

Shinjuku District Heating and Cooling System yang berada di Jepang merupakan salah satu sistem pendingin distrik terbesar di dunia. Sistem ini memiliki daya pendinginan sekitar 200 MW (Mega Watt). Pada sistem tersebut, terdapat sistem pembangkit listrik yang menggunakan energi gas. Gas buangan dari pembangkit listrik yang masih memiliki temperatur cukup tinggi tersebut dimanfaatkan untuk menjalankan siklus refrigerasi absorbsi. Siklus kombinasi ini juga menghasilkan fluida pemanas, baik dengan energi gas ataupun dengan memanfaatkan panas buangan. Khusus untuk sistem pendingin yang merupakan bagian dari sistem kombinasi di Shinjuku, operator sistem ini mengklaim bahwa mereka berhasil melakukan penghematan energi sebesar 20% (Tokyo Gas, 2000) - sebuah angka penghematan yang sangat signifikan.

Penggunaan ice slurry pada sistem pendingin distrik memberikan tambahan penghematan energi yang sangat besar, dikarenakan ice slurry memiliki kerapatan termal yang sangat tinggi. Penggunaan ice slurry akan menurunkan laju massa fluida yang diperlukan pada secondary refrigerant. Hal ini berkonsekuensi pada kecilnya diameter pipa yang diperlukan untuk mengalirkan ice slurry serta turunnya daya pemompaan Eini semua tanpa disertai dengan penurunan performa pendinginan. Hydrate slurry muncul ke permukaan dikarenakan kebutuhan phase-change material, seperti halnya ice slurry, yang mengkristal pada temperatur relatif tinggi. Kristalisai pada temperatur tinggi berarti peningkatan efisiensi mesin refrigerasi, karena efisiensi siklus ini memang tergantung, salah satunya, pada temperatur sisi evaporator (temperatur pendinginan). Guna menekan salah satu kelemahan slurry, yakni naiknya pressure-drop (penurunan tekanan), maka ditambahkan suatu aditif tertentu untuk menurunkan koefisien gesek aliran slurry pada instalasi pemipaan.

Sistem pemanas terpusat, seperti yang diterapkan di Norwegia, tidak menggunakan siklus refrigerasi, namun menggunakan energi termal, yang salah satunya diperoleh dari pembakaran sampah (dari jenis yang boleh dibakar). Tidak seperti halnya di tanah air, dimana sampah masih dipandang sebagai masalah, di Norwegia sampah sudah menjadi bagian dari solusi. Air panas yang dibangkitkan pada hot water plant tersebut kemudian dialirkan ke beberapa kota menggunakan pipa distribusi air panas. Air panas tersebut bisa digunakan sebagai pemanas udara dengan mempertukarkan panasnya di penukar kalor (heat exchanger), selain dapat juga digunakan langsung sebagai hot tap water.

Pada saat berkunjung ke Rumah Sakit St Olav di kota Trondheim, penulis mendapatkan paparan tentang sistem pengolahan sampah otomatis yang menggunakan pipa bertekanan rendah (vacuum pipe). Sampah dari berbagai penjuru rumah sakit tersebut secara otomatis akan disedot dan dipilah dalam kontainer masing-masing. Ini segera mengingatkan pada sistem serupa yang telah lama dipergunakan di apartemen saya di Ashiya, Jepang. Tidak hanya untuk satu gedung apartemen, beberapa blok kota Ashiya menggunakan sistem yang sama. Masyarakat bebas membuang sampah rumah tangga (sampah dapur) setiap saat di jaringan pipa bertekanan rendah (vacuum pump) yang selanjutnya dipusatkan dan diolah di instalasi pengolahan sampah. Kecintaan masyarakat Jepang terhadap kebersihan bisa dilihat dengan sulitnya kita menemukan sampah yang berceceran di berbagai sudut kota di Jepang.

Konferensi tiga hari yang membahas upaya dunia menghadapi issue pemanasan global; utamanya yang dihasilkan oleh siklus refrigerasi (pendingin dan pemanas) yang dihadiri berbagai kalangan, baik akademisi/peneliti, industri, asosiasi ilmuwan penggiat refrigerasi, ataupun birokrat ini diakhiri dengan ajakan untuk terus menggiatkan usaha mengatasi kendala yang masih dihadapi oleh fluida kerja alami. Ini konferensi yang ke-7 di topik yang sama. Bumi yang hijau nan bersih merupakan motivator utama para peneliti dari berbagai penjuru dunia tersebut bergiat di bidang fluida kerja alami. Setiap dua tahun mereka berkumpul untuk menyajikan dan mendiskusikan temuan-temuan mereka; dua tahun mendatang mereka merencanakan untuk bertemu kembali di Konferensi yang ke-8 di Kopenhagen, Denmark. Sayonara Trondheim. (Alhamdulillah, sesampainya di Ashiya-Jepang, saya mendapatkan kabar gembira perihal telah lahirnya anak ke-3 kami, Rafif Setya Imaduddin - semoga menjadi anak yang saleh).

Yuli Setyo Indartono, Mahasiswa S3 Graduate School of Science and Technology, Kobe University, Jepang. Peneliti Istecs dan Ketua Divisi Teknologi Energi Indeni (Indonesia Energy Institute) www.indeni.org

  Diskusi (percobaan)
dibaca 5072 kali


BERITA SEBELUMNYA
PERSPEKTIF
Senin, 26 Mei 2008
Jalan Licin Paradigma Keamanan Alternatif: Keamanan Manusia dan Pembajakan Wacana
oleh Shofwan Al-Banna Choiruzzad
Dalam kolom perspektif di situs ini (April 2008), Heru Susetyo mengajukan gagasannya mengenai perlunya paradigma keamanan yang tidak hanya berpusat pada keamanan militer dan teritorial saja. Ia merujuk pada paradigma keamanan komprehensif yang bertumpu pada keamanan manusia (human security). Menurutnya, keamanan manusia (human security) menjadi pilihan karena konsep ini secara komprehensif mampu menjembatani kepentingan keamanan antara kepentingan keamanan militer dengan keamanan ekonomi, pangan, energi, pribadi, politik, komunitas, dan keamanan lingkungan. Fakta bahwa berbagai ancaman yang menganggu stabilitas dan integrasi nasional kini lebih banyak berasal dari dalam negeri dengan sebab-sebab yang tak melulu kemiliteran membuat argumentasi ini terasa kuat. ...selengkapnya

Pegiat Komunitas Aset Bangsa. Saat ini dipercaya sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Komsat Kyoto-Shiga. Bersama dengan para peneliti Jepang yang peduli Indonesia di Kyoto dan sekitarnya, saat ini tengah merintis FOSBIK (Forum Studi Berita Indonesia di Kyoto) yang diharapkan akan menjadi embrio bagi pusat kajian Indonesia di Jepang. Alumni Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI ini kini sedang melanjutkan studi di Graduate School of International Relations, Ritsumeikan University, Kyoto. Bidang yang didalami adalah isu-isu strategis dan keamanan kontemporer, terorisme, hubungan Utara-Selatan, hubungan Islam-Barat, sejarah poskolonial, ekonomi politik, hak asasi manusia, dan global governance.
Arsip lalu
       
Copyright © 2005 beritaiptek.com All text, graphics and pictures contained in the pages of the BeritaIptek.com are copyright 2004 by ISTECS.
Any reprinting, reuse or rebroadcast by any person without the express written permission of ISTECS is prohibited. © Copyright Policy