Kamis, 28 Agustus 2008 .


ISTECS
Buku Serba Serbi Energi
pmc
The Best Intenet Tools
Jumlah pengunjung : 2937424
sejak 27 Mei 2005
Saat ini ada 18 pengunjung online
Hari ini 2649 pengunjung
Kemarin 5548 pengunjung

Kamis, 26 Juni 2008 08:03:01
Iptek Indonesia

Pemerintah Indonesia di akhir tahun 2007 menetapkan tahun 2008 sebagai Tahun Kunjungan Wisata (TKW), mampukah kita menyemarakkannya? Target Wisatawan Mancanegara dalam TKW 2008 ini adalah 7 juta orang. Untuk tahun 2007, jumlah wisatawan hanya mencapai 5,5 juta orang. Tahun Kunjungan Indonesia 2008 ini adalah upaya yang kedua setelah yang pertama tahun 1991 (VIY : Visit Indonesia Year).

Perkembangan Wisatawan Mancanegara


1. Berdasarkan Negara Asal (2003-2006): terdapat enam negara yang menduduki peringkat tertinggi yaitu Singapura, Malaysia, Jepang, Australia, Taiwan dan Korea Selatan. Arus kunjungan dari ketiga negara pertama relatif tetap stabil, sedangkan dari tiga negara berikutnya fluktuatif. Data total kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2006 yang mencapai 4.871.351 orang, dengan prosentase dari tiga negara tertinggi adalah Singapura 29%, Malaysia 16% dan Jepang 9%. Sedangkan pada tahun 2007 terjadi penigkatan mencapai 5.505.759 orang, dengan komposisi dari tiga negara tertinggi : Singapura 27%, Malaysia 17% dan Jepang 11%.




Gambar 1. Komposisi wisatawan mancanegara berdasar negara asal, yang datang pada tahun 2006 dan 2007.


Apabila kita perhatikan wisatawan asal negara Jepang, maka perkembangan per tahunnya (tahun 2003 - 2007) adalah sebagai berikut: 463.088 orang (2003), 615.720 orang (2004), 517.879 orang (2005), 419.213 orang (2006) dan 593.784 orang (2007), atau bisa dilihat dalam grafik di bawah ini:





Gambar 2. Fluktuasi wisatawan asal Jepang dalam kurun waktu 2003 hingga 2007.


2. Berdasarkan Bandara Kedatangan. Bandara Ngurah Rai (Bali) merupakan Bandara Internasional sebagai pintu masuk wisatawan ke Indonesia dengan jumlah tertinggi yaitu sebesar 1.328.929 orang (tahun 2006) dan 1.741.935 oarang (tahun 2007). Kurang lebih 30% wisatawan menggunakan Bandara Ngurah Rai Denpasar sebagai pintu masuk ke Indonesia. Urutan kedua, masuk melalui Bandara Soekarno Hatta Jakarta dan ketiga, melalui bandara Batam. Lainnya melalui bandara Tanjung Pinang (Riau), Polonia (Medan) dan Juanda (Surabaya).




Gambar 3. Tiga bandara utama sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia, pada tahun 2006 dan 2007.


3. Berdasarkan Tujuan Kunjungan: berdasarkan urutan dari tertinggi (2006) adalah 56,53%, Bisnis  38,26%, dan lainnya 5,21%.
4. Berdasarkan Pekerjaan Wisatawan: terbesar adalah kalangan profesional mencapai 31%, berikutnya sales/pegawai/teknisi 30%, manajer 15%, pelajar 5%, ibu rumah tangga 4%, dan lainnya 15%.
5. Berdasarkan Akomodasi Tujuan Wisata: kurang lebih 75% wisatawan menggunakan hotel sebagai tempat menginap; sedangkan lainnya ke rumah teman, keluarga dan lainnya.
6. Berdasarkan Umur Wisatawan (2005 dan 2006): tertinggi adalah usia 35-54 tahun sebesar 47,35%, disusul kemudian usia 15-34 tahun sebesar 35,11%, lebih dari 54 tahun 13,8% dan terakhir usia dibawah 15 tahun sebesar 3,74%.
7. Waktu Kunjungan: waktu kunjungan tertinggi terjadi saat liburan, tepatnya pada bulan Nopember s.d. Desember dan Juni s.d. Agustus. Bisa dilihat dalam grafik berikut ini:





Gambar 4. Distribusi jumlah wisatawan mancanegara setiap bulannya, yang datang pada tahun 2006 dan 2007.


Potensi Wisata Indonesia


Potensi wisata di tanah air tercinta Indonesia, sesungguhnya sangat luar biasa. Terbentang dari Aceh hingga Irian Jaya (Papua), berbagai kekayaan budaya dan alam sangat indah dan elok jelita. Kalaupun ingin dituliskan semua, entah harus dibutuhkan berapa buku guna menampung kasanah dan potensi budaya bangsa ini. Pada kesempatan ini akan dicoba dilihat dari sisi potensi wisata alam, khususnya berkaitan dengan flora dan fauna yang terhimpun dalam Taman Nasional. Indonesia memiliki 50 Taman Nasional yang tersebar di berbagai pulau, selain juga Taman Hutan Raya, Cagar Alam dan Suaka Wisata.


Taman Nasional Indonesia


Data dari Departemen Kehutanan menunjukkan terdapat 50 Taman Nasional yang berada di hampir seluruh pulau di Indonesia. Taman Nasional menghimpun potensi wisata yang sangat menarik dengan berbagai kekhasannya. Di pulau Sumatera terdapat 11 Taman Nasional, dari Leuser hingga Way Kambas. Di Kalimantan terdapat 8 Taman Nasional, dari Gunung Palung hingga Kutai; Di Sulawesi terdapat 8 Taman Nasional dari Bunaken hingga Tana Toraja; Di Jawa terdapat 12 Taman Nasional dari Ujung Kulon hingga Alas Purwo. Sementara di Bali dan Nusa Tenggara terdapat 6 Taman Nasional, mulai Taman Nasional Bali Barat hingga Komodo dan di Maluku dan Papua terdapat 5 Taman Nasional, mulai dari Waseur hingga Sentani.


Wisatawan asing sangat tertarik akan keaslian dan keunikan alam yang dimiliki suatu daerah di Indonesia; ini suatu peluang. Asalkan tahu siapa pasar yang akan dibidik, peluang masih sangat besar. Menurut UU No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Taman Nasional didefinisikan sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Saat ini terdapat 45 Taman Nasional di Indonesia, yang pengelolaannya berada di bawah Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Enam diantaranya, ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Sites).


Tabel 1. Nama dan jumlah Taman Nasional yang yang tersebar di beberapa pulau di Indonesia.





Kampanye Hutan Indonesia


Kunjungan ke Taman Nasional juga berfungsi sebagai kampanye atau promosi atas kondisi dan perlindungan hutan di Indonesia. Saat ini yang terdengar dan teringat di benak orang dunia, bahwa hutan tropis Indonesia telah rusak dan mendekati kepunahan. Akibat illegal logging, Kebakaran Hutan dan hal lainnya. Ini menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia untuk menjawabnya.





Gambar 5. Beberapa contoh potensi wisata alam Indonesia yang bisa ditawarkan kepada wisatawan mancanegara. Keunikan dan keragamannya akan menjadi daya tarik tersendiri.


Mari kita berpartisipasi dalam menyemarakkan dan menyukseskan TKW 2008 ini, sekaligus dalam rangka memperingati 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang dengan mempromosikan kekayaan potensi alam kita, salah satunya Taman Nasional kepada semua pihak. Taman Nasional Indonesia untuk dunia. Akankah target 7 juta orang wisatawan mancanegara dalam TKW 2008 ini akan tercapai? Mari kita upayakan bersama.


Sumber:
1. Buku Statistik Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia 2007, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata
2. Departemen Kehutanan Republik Indonesia (www.dephut.go.id)
3. Taman Nasional Way Kambas (www.waykambas.or.id)
4. Taman Nasional Komodo (www.komodonationalpark.org)


Penulis adalah mahasiswa di Departemen International Environmental and Agricultural Science (IEAS), Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), Japan.


  Diskusi (percobaan)
dibaca 990 kali


BERITA SEBELUMNYA
PERSPEKTIF
Senin, 26 Mei 2008
Jalan Licin Paradigma Keamanan Alternatif: Keamanan Manusia dan Pembajakan Wacana
oleh Shofwan Al-Banna Choiruzzad
Dalam kolom perspektif di situs ini (April 2008), Heru Susetyo mengajukan gagasannya mengenai perlunya paradigma keamanan yang tidak hanya berpusat pada keamanan militer dan teritorial saja. Ia merujuk pada paradigma keamanan komprehensif yang bertumpu pada keamanan manusia (human security). Menurutnya, keamanan manusia (human security) menjadi pilihan karena konsep ini secara komprehensif mampu menjembatani kepentingan keamanan antara kepentingan keamanan militer dengan keamanan ekonomi, pangan, energi, pribadi, politik, komunitas, dan keamanan lingkungan. Fakta bahwa berbagai ancaman yang menganggu stabilitas dan integrasi nasional kini lebih banyak berasal dari dalam negeri dengan sebab-sebab yang tak melulu kemiliteran membuat argumentasi ini terasa kuat. ...selengkapnya

Pegiat Komunitas Aset Bangsa. Saat ini dipercaya sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Komsat Kyoto-Shiga. Bersama dengan para peneliti Jepang yang peduli Indonesia di Kyoto dan sekitarnya, saat ini tengah merintis FOSBIK (Forum Studi Berita Indonesia di Kyoto) yang diharapkan akan menjadi embrio bagi pusat kajian Indonesia di Jepang. Alumni Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI ini kini sedang melanjutkan studi di Graduate School of International Relations, Ritsumeikan University, Kyoto. Bidang yang didalami adalah isu-isu strategis dan keamanan kontemporer, terorisme, hubungan Utara-Selatan, hubungan Islam-Barat, sejarah poskolonial, ekonomi politik, hak asasi manusia, dan global governance.
Arsip lalu
       
Copyright © 2005 beritaiptek.com All text, graphics and pictures contained in the pages of the BeritaIptek.com are copyright 2004 by ISTECS.
Any reprinting, reuse or rebroadcast by any person without the express written permission of ISTECS is prohibited. © Copyright Policy