Ahmad Faried, MD., PhD.
Lahir di Jakarta pada 20 November 1975. Menyelesaikan sekolah di SMA Negeri 8 Jakarta tahun 1994. Melanjutkan S1 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, dilanjutkan dengan program profesi dokter selama 2 tahun di Rumah Sakit Hasan Sadikin dan lulus pada bulan Oktober 2001. Selanjutnya bekerja sebagai dokter lapangan pada International Medical Corps di daerah konflik (Ambon) dan menjadi kepala puskesmas didaerah sangat terpencil, puskesmas Werinama (ujung pulau Seram, kepulauan Maluku). Tahun 2003 mendapatkan beasiswa dari Monbukagakusho, Jepang, untuk melanjutkan S3 di Department of General Surgical Science, Gunma University, Jepang. Bulan November 2006, menyelesaikan program doktoral di usia 30 tahun. Pada April 2007 mengikuti clinical training (residency) di Department of Neurosurgery, the University of Tokyo, Jepang. Anggota dari the Japanese Cancer Society (2004-sekarang); the Japanese Surgical Society (2005-sekarang); dan European Association for Cancer Research (EACR, 2005-sekarang). Hingga saat ini memiliki publikasi internasional sebagai nama pertama sebanyak 18 buah dan sebagai nama pendamping 43 buah. Penghargaan yang pernah di raih adalah:
1. Special Award for Excellent Researcher of the Year from Gunma University, Graduate School of Medicine, Department of General Surgical Science. December 2, 2006, Maebashi, Gunma, Japan.
2. Travel Fellowship Award from the 5th International Symposium on Cancer Research and Therapy: Molecular Targeting Cancer Therapy and Chemotherapy. November 24-25, 2006, Tokyo, Japan.
3. European Commission Marie Curie Scholarship and Travel Fellowship Award at the 6th European School of Haematology and the University of Texas MD Anderson Cancer Center, International Euro-Conference. Mechanisms of Cell Death and Disease: Advances in Therapeutic Intervention and Drug Development. October 13-16, 2006, Cascais, Portugal.
4. The Best Presentation Award from Japanese Biochemical Society at the Young Scientist Program in the 20th International Union of Biochemistry and Molecular Biology (IUBMB) and 11th Federation of Asia-Oceania Biochemist and Molecular Biologist (FAOBMB). June 16-18, 2006, Kyoto, Japan.
5. Travel Fellowship Award from the 20th International Union of Biochemistry and Molecular Biology (IUBMB), the Lars Ernster Travel Fund of IUBMB and 11th Federation of Asia-Oceania Biochemist and Molecular Biologist (FAOBMB). Life: Molecular Integration and Biological Diversity. June 18-23, 2006, Kyoto, Japan.
6. Travel Fellowship Award from the Miami Nature Biotechnology Winter Symposium: Angiogenesis in Cancer and Vascular Disease. February 4-8, 2006, Miami beach, Florida, USA.
7. Travel Fellowship Award from the 4th International Symposium on Cancer Research and Therapy: Molecular Targeting Cancer Therapy and Chemoradiation. November 19-20, 2004, Tokyo, Japan.
Saat ini, melanjutkan penelitian sebagai postdoctoral fellow di Gunma University, dengan tema penelitian tentang biomolekular dari penyakit keganasan (malignancy). Berbagai aspek dari sifat-sifat sel kanker dan aspek klinisnya, yang menitik beratkan dari jalur proliferasi, migrasi, invasi dan kematian sel (apoptosis) menjadi fokus utama. Disamping itu, kami juga merancang suatu-gugus obat anti kanker generasi terbaru yang memiliki kemampuan; hanya mengenali dan membunuh sel kanker, tanpa merusak sel-sel normal disekitarnya. Lebih jauh, kami juga berusaha mengisolasi dan mengkarakterisasi zat-zat aktif dari tanaman herbal Indonesia, Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl, atau yang lebih dikenal dengan Mahkota Dewa (MaDe) dan mengamati proses biomolekular kematian sel kanker yang disebabkan oleh zat aktif tadi.
Sabtu, 12 Mei 2007 08:53:37 Artikel Iptek Oleh Ahmad Faried, MD., PhD.  Hadiah Nobel untuk bidang fisiologi atau kedokteran tahun 2006 dianugerahkan kepada dua orang professor asal Amerika Serikat, Andrew Z. Fire (Stanford University) dan Craig C. Mello (University of Massachusetts). Mereka mendapatkan Nobel atas penemuannya 9 tahun lalu, yang menjelaskan bahwa duble-stranded RNA (dsRNA) dapat "membungkam" ( silence) aktivitas atau ekspresi dari suatu..... selengkapnya
Sabtu, 14 April 2007 17:06:03 Artikel Iptek Oleh Ahmad Faried, MD., PhD.  Istilah kanker berasal dari bahasa latin yang artinya adalah kepiting. Penyakit keganasan, kanker, diibaratkan seperti capit-capit lengan kepiting oleh seorang Hippocrates, yang mengamati bahwa penyakit kanker dapat menyebar didalam tubuh dan biasanya berakhir pada kematian.
Apakah sel kanker itu? Secara umum sel kanker didefinisikan sebagai sel yang tidak normal, yang..... selengkapnya
|